RESUME Hari Kedua PKKMB UNUSA 2025


Materi 1 Hari Pertama PKKMB 2025 

Pemateri : Bpk. Ainun Najib
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

Sekarang AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia bisa memberi rekomendasi video YouTube, rekomendasi belanja, hingga mengoptimasi rute di Google Maps. AI tidak hanya membantu hal-hal praktis, tetapi juga bisa diajak ngobrol bahkan dijadikan tempat curhat. Meski begitu, para ahli sudah mengidentifikasi sejak lama bahwa dalam jangka panjang AI akan semakin canggih, hingga hampir semua pekerjaan bisa diotomatisasi dan bahkan dieliminasi.

Salah satu tokoh yang menjelaskan hal ini adalah Pak Kaifulli, yang memaparkan sebuah kuadran untuk membantu kita mengantisipasi dan beradaptasi di era AI. Menariknya, kuadran ini masih relevan sampai sekarang dan bisa menjadi pegangan jangka panjang. Intinya, secanggih apa pun AI, ada dua hal yang tidak akan pernah bisa menggantikan manusia.

Yang pertama adalah kreativitas. Ini mencakup kemampuan berpikir kreatif, menciptakan sesuatu yang baru, dan merancang strategi. AI memang cerdas, tapi tidak cerdik. Ia hanya bisa memproses data yang sudah ada, menganalisis, merangkum, dan meniru. AI tidak mampu menciptakan ide yang benar-benar orisinal. Dalam keyakinan Islam, khususnya Nahdlatul Ulama, hal ini sejalan dengan konsep ilmu laduni, yaitu ilmu yang datang langsung dari Allah kepada manusia, bukan dari apa yang sudah ada di bumi. Inilah yang membuat kreativitas menjadi ranah manusia yang tidak tergantikan.

Yang kedua adalah rasa kemanusiaan dan empati. AI bisa meniru ucapan penuh perhatian atau bahkan tampak memahami, tetapi itu hanyalah tiruan. Rasa kemanusiaan sejati lahir dari hati dan ketulusan. Contoh sederhana adalah senyum: senyum manusia yang tulus akan terlihat dari ekspresi mata, sementara senyum yang palsu hanya menggerakkan bibir. AI dapat meniru bahasa atau ekspresi, tetapi tidak benar-benar menjiwai empati itu sendiri.

Dari dua hal ini, kuadran pekerjaan di era AI dapat digambarkan. Pekerjaan yang tidak membutuhkan kreativitas dan empati akan sepenuhnya terotomatisasi. Misalnya pengiriman logistik dari titik A ke titik B, yang hanya soal memindahkan barang tanpa perlu kreativitas atau rasa kemanusiaan. Contoh nyatanya sudah terlihat: gudang Amazon kini dioperasikan sepenuhnya oleh robot, truk kontainer tanpa sopir telah diuji coba di Singapura, bahkan layanan transportasi seperti Uber di Amerika mulai mencoba mobil tanpa pengemudi.

Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas sekaligus empati akan tetap relevan di masa depan. Bidang seni, pendidikan, konseling, dan kepemimpinan adalah contoh yang menuntut dua hal tersebut. Karena itu, untuk menghadapi era AI, manusia harus berfokus membangun diri dalam dua dimensi utama: kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan merasakan serta menumbuhkan empati kemanusiaan.

Materi 4 Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025
Pemateri : Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.K.M.,M.Kes.
Pengenalan Keselamatan, Kesehatan kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi

Pengenalan Keselamatan, Kesehatan kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi

Tahun 2045 nanti, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi negara maju, berdaya saing global, berkelanjutan, dan sejahtera. Doa ini tentu menjadi harapan kita bersama. Sebagai mahasiswa baru, kita semua adalah generasi yang akan ikut serta membangun Indonesia menuju cita-cita besar tersebut. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam proses itu adalah penerapan K3L, yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan.

Tujuan dari penerapan K3L adalah mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan potensi bahaya dan risiko yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan maupun keselamatan. Karena itu, sebagai mahasiswa di UNUSA, kita harus berusaha menghindari bahaya, mengurangi risiko, serta melindungi diri sendiri maupun orang lain agar tetap sehat dan selamat.

Selain itu, K3L juga bertujuan untuk melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan jauh dari pencemaran. Kita bisa melihat sendiri bagaimana pencemaran lingkungan terjadi di sekitar kita, yang sering kali berasal dari aktivitas industri. Meskipun industri memberikan banyak manfaat, tetap ada kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mahasiswa pun dapat ikut berperan, misalnya tidak diam saja ketika melihat pencemaran, serta memanfaatkan media sosial dengan bijak agar isu-isu pencemaran tidak diabaikan begitu saja, melainkan disuarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Prinsip dasar penerapan K3L adalah pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Bahaya memang tidak bisa sepenuhnya dihindari karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu berhadapan dengan berbagai bentuk risiko, baik itu fisik, kimia, biologi, psikososial, maupun mekanik. Namun, kita harus tetap waspada dengan cara mencegah dan menanggulanginya sejak awal.

Di UNUSA sendiri sudah ada berbagai SOP yang harus dipatuhi, misalnya saat memasuki auditorium, laboratorium, atau ruang perkuliahan. Setiap mahasiswa perlu memahami potensi bahaya di tempat tersebut, cara keluar saat darurat, serta aturan yang berlaku di dalamnya. Ketika berada di laboratorium, misalnya, mahasiswa wajib mengikuti aturan keselamatan yang ada, mulai dari penggunaan alat, penempatan bahan, hingga pelaporan kejadian. Semua itu bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman untuk menjaga keselamatan bersama.

Strategi penerapan K3L biasanya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Misalnya ketika mahasiswa memasuki laboratorium, mereka akan diberikan instruksi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum praktikum. Begitu juga saat kunjungan industri, mahasiswa akan mendapat arahan tentang keselamatan dan etika di perusahaan. Hal ini penting agar mahasiswa dapat lebih waspada terhadap potensi bahaya yang ada.

Penerapan K3L juga terkait dengan digitalisasi, penguatan regulasi, serta pembudayaan keselamatan di tingkat nasional. Semua ini mendukung terbentuknya generasi yang produktif dan sehat. Produktif dan sehat berarti mahasiswa mampu menjalani masa studi dengan baik, menyelesaikan kuliah tepat waktu, berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik, aktif dalam organisasi, atau bahkan mengembangkan usaha. Semua cita-cita itu hanya bisa dicapai jika mahasiswa menjaga kondisi fisik dan mentalnya tetap sehat selama masa kuliah.

Karena itu, penerapan K3L harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahaya yang muncul di sekitar kita bisa berdampak langsung maupun dalam jangka panjang, bahkan dapat mengganggu tujuan utama kita sebagai mahasiswa. Dengan menjaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, kita dapat lebih fokus mencapai IPK yang tinggi, aktif dalam organisasi, berprestasi, serta meraih cita-cita lainnya.

Materi 2 Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025
Pemateri : Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA
Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Korupsi membawa dampak besar bagi bangsa. Harapannya, sebuah jembatan bisa bertahan hingga puluhan tahun, seperti Jembatan Merah di Surabaya yang dibangun Belanda ratusan tahun lalu namun masih berdiri kokoh. Sebaliknya, banyak jembatan yang dibangun setelah kemerdekaan justru cepat rusak, bahkan ada yang baru beberapa bulan diresmikan sudah patah. Hal ini terjadi karena praktik korupsi. Uang yang seharusnya cukup untuk membangun infrastruktur berkualitas, berkurang karena sebagian diselewengkan. Akibatnya, pembangunan rapuh, pendidikan kurang, sekolah terbatas, dan banyak anak tidak bisa menikmati haknya untuk belajar.

Korupsi juga merusak layanan kesehatan. Biaya berobat seharusnya terjangkau, tetapi karena adanya permainan anggaran, biaya bisa melonjak hingga jutaan rupiah. Tak hanya itu, sering kali alat kesehatan dibeli bukan karena dibutuhkan, melainkan demi “kickback” bagi pejabat. Jadi, bukan hanya pembangunan fisik yang terkena dampaknya, tapi juga layanan publik seperti pendidikan, transportasi, dan kesehatan.

Dalam Konvensi PBB tahun 2003, disepakati bahwa korupsi berdampak sangat luas. Pertama, ia merusak demokrasi. Pemilu dipenuhi praktik politik uang, sehingga rakyat memilih berdasarkan amplop, bukan kualitas calon. Akibatnya, pejabat yang terpilih lebih sibuk mengembalikan modal daripada melayani rakyat. Kedua, korupsi merusak hukum. Pasal-pasal yang seharusnya menegakkan keadilan bisa diperjualbelikan. Ketiga, korupsi menurunkan kualitas sumber daya manusia, misalnya lewat izin lingkungan yang dilanggar demi keuntungan sesaat.

Selain itu, korupsi menciptakan pasar yang tidak efisien. Barang-barang bisa dibeli jauh lebih mahal dari harga sebenarnya hanya agar selisihnya masuk ke kantong pribadi. Hal ini membuat pembangunan jadi boros dan tidak efektif. Korupsi juga berakibat pada pelanggaran hak asasi manusia, karena rakyat tidak lagi mendapatkan pelayanan yang adil. Lebih jauh, korupsi mendorong kejahatan lain, seperti pencucian uang.

Padahal, hakikat bernegara adalah rakyat menyerahkan kewenangan kepada pemerintah dengan harapan dilayani secara adil dan transparan. Namun, bila kewenangan itu diperjualbelikan, negara berubah dari pelayan rakyat menjadi penindas. Inilah bahaya besar dari korupsi. Bahkan, hal-hal kecil seperti memberi uang kepada polisi saat tilang atau menerima amplop saat pemilu, tanpa disadari ikut melestarikan budaya korupsi.

Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur tindak pidana korupsi. Setidaknya ada beberapa bentuk utama: melawan hukum yang merugikan negara, suap, gratifikasi, pemerasan, kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa, hingga upaya menghalangi proses hukum. Namun kenyataannya, hingga tahun 2024 angka korupsi di Indonesia masih tinggi, sekitar 20–30% anggaran negara bocor. Kasusnya terjadi di pusat maupun daerah, di barat maupun timur, melibatkan berbagai kalangan tanpa memandang agama atau latar belakang. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi sudah meluas ke seluruh aspek kehidupan.

Lihat Juga Punya Teman Saya : PRENATA RISTI WIJAYA
  • Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
  • Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
  • Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
  • Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
  • Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Ngopi Terus Tiap Hari? Ini Dampaknya ke Tubuh Mahasiswa

RESUME Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025